midtoad.org

midtoad.org – Populasi Jepang, terutama di daerah Okinawa, telah lama diakui memiliki harapan hidup yang meningkat, yang mungkin terkait dengan pola makan mereka. Sebuah investigasi ilmiah terkini menunjukkan bahwa aspek tertentu dari diet Jepang dapat berfungsi sebagai faktor protektif terhadap penurunan kognitif, dengan temuan yang khususnya relevan bagi wanita.

Penelitian Terhadap Dampak Diet pada Fungsi Otak

Penelitian yang dipimpin oleh Giovanni Sala dari University of Liverpool bersama Shu Zhang dari National Center for Geriatrics and Gerontology melibatkan subjek dari populasi Jepang yang luas. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi korelasi antara konsumsi makanan tradisional Jepang dan preservasi fungsi kognitif.

Pengobservasian Asupan Makanan dan Kandungan Kalorinya

Studi yang dijalankan menyoroti pola makan yang umum di Jepang, yang meliputi konsumsi rutin nasi, ikan, kerang, dan buah. Lebih spesifik, penelitian ini memfokuskan pada pengaruh konsumsi miso, rumput laut, acar, teh hijau, kacang kedelai, kecambah, dan jamur. Para peserta diwajibkan untuk mendokumentasikan asupan harian mereka, yang kemudian dianalisis oleh peneliti untuk menentukan asupan kalori rata-rata.

Evaluasi Diet dan Kaitannya dengan Kondisi Kognitif

Peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan pola makan mereka: satu kelompok mengikuti diet tradisional Jepang dan kelompok lain mengadopsi diet yang khas dengan gaya hidup Barat. Penelitian ini juga memasukkan analisis komprehensif terhadap gaya hidup dan faktor risiko kesehatan yang mungkin berkontribusi pada penurunan kognitif, termasuk genetika, penggunaan tembakau, dan tingkat aktivitas fisik.

Hasil yang Diperoleh: Fokus pada Subjek Wanita

Temuan yang dihasilkan menyoroti bahwa wanita yang rutin mengikuti diet tradisional Jepang menunjukkan laju atrofi otak yang lebih lambat dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi makanan bergaya Barat. Penelitian ini tidak menemukan hasil serupa pada subjek pria, mengindikasikan perlunya investigasi lebih lanjut mengenai perbedaan respons gender terhadap nutrisi.

Implikasi Nutrisi dalam Pencegahan Penurunan Kognitif

Penelitian ini menggarisbawahi signifikansi nutrien tertentu, seperti magnesium dan estrogen dalam ikan dan jamur, yang memiliki efek protektif yang lebih kuat pada otak wanita. Selanjutnya, kompleks vitamin, polifenol, dan asam lemak tak jenuh yang ada dalam makanan Jepang, dikenal akan properti antioksidan dan anti-inflamasi mereka, berkontribusi pada kinerja otak yang lebih baik dan perlindungan terhadap penurunan kognitif.

Kesimpulan dari studi ini menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya pilihan diet dalam konteks kesehatan kognitif, khususnya pada wanita, serta menegaskan nilai diet tradisional sebagai bagian dari strategi kesehatan umum untuk mendukung fungsi kognitif yang optimal.

By admin